Revolusi - Improvisasi - Replikasi

Okay folks, it's D again. And special for today I will write in plain Indonesian, ya once again, I want you to remember that Indonesian speaks Indonesian Language aka Bahasa Indonesia. So stop talking "I speak Bahasa" from now on, say "I speak Indonesian" instead.

Sorry about the rant, so let's start, shall we?

Post ini merupakan komentar atas pertanyaan tulisan Firman Nugraha dari TeknoJurnal. Mengenai apakah kita menulis kode dari awal (From Scratch) ataukah kita memakai CMS. Saya punya dua pernyataan asertif mengenai ini:

  • Jika anda membuat produk yang fokus kepada konten, pakailah apa yang sudah ada.
  • Jika anda membuat produk yang fokus kepada fungsionalitas, maka ada dua pilihan
    • Improve kode yang sudah ada.
    • Jika benar-benar tidak ada yang menutup kebutuhan Anda, maka buatlah sendiri.

Apa yang dikatakan oleh saudara Firman, bahwasanya beliau memakai Wordpress, dan juga di salah satu komentar yang mengatakan memakai vBulletin untuk membuat situs komunitas terbesar di Indonesia. Itu merupakan solusi yang tepat karena apa yang dibuatnya adalah sesuatu yang berbasis konten, di mana engine untuk membuat konten itu sudah ada tinggal setup, pakai, dan konten anda siap live, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menarik audiens untuk mengkonsumsi konten Anda. Ini sama saja anda bikin penerbit koran, anda ga perlu produksi kertas atau alat cetak. Cukup mencetak konten yang berbeda-beda dengan mesin dan alat yang sama. 

Read the rest of this post »